Senin, 28 September 2009

Hikmah Rasa Sakit itu...

Siang ini ada yang berbeda dibanding acara halal bihalal tahun-tahun sebelumnya. Setelah acara ramah tamah dan meeting konsolidasi di hari kerja pertama setelah libur Lebaran 1430 H Pak Direktur mengajak seluruh pegawai mengunjungi seorang pimpinan kami yang saat ini masih diberikan cobaan sakit stroke yang mengakibatkan kelumpuhan fisik yang cukup fatal, sehingga beliau tidak dapat lagi beraktivitas seperti dulu.

Terenyuh hati ini melihat sosok Sang Ibu yang dulunya amat perkasa, yang bersuara lantang dan tegas saat memberikan arahan dan persetujuan untuk kebijakan-kebijakan perbankan yang sangat strategis, sekarang hanya bisa terduduk lemah di kursi roda. Matanya tidak lagi fokus menatap ke arah kami, kakinya terus bergerak tanpa bisa dikontrol sang empunya, tubuh lumpuh sebelah. Namun dari bahasa tubuh dan ucapannya dapat kulihat Sang Ibu masih mempunyai semangat yang kuat untuk sembuh dan bangkit kembali... “Mohon doanya ya...” Pintanya...

Kamipun menyampaikan doa-doa untuk kesembuhan beliau..


Artinya: "Wahai Tuhanku, Tuhan segala manusia yang menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, Engkau pe-nyembuh. Tak ada yang menyembuhkan selain dari Engkau, sembuh yang tidak meninggalkan sakit lagi. "

Artinya: "Hilangkanlah penyakit wahai Tuhan segala manusia. Di tangan-Mu kesembuhan. Tak ada yang menghilangkan penyakit, selain dari pada-Mu sendiri."

Melihat kondisi Sang Ibu...
Ku bersyukur untuk nikmat sehat ini Ya Allah...
Begitu banyak nikmat yang sering lalai ku syukuri Ya Allah...
Hikmah yang kudapat setelah mengunjungi orang yang sakit...
Semakin ku menyadari betapa beruntungnya orang yang sehat, dapat tertawa bahagia, tidak merasakan kesakitan di tubuh yang menyebabkan semua panca indra tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Aktivitas menjadi terganggu karena sakit, waktu dan hartapun habis untuk membeli obat dan biaya perawatan rumah sakit yang harganya semakin melambung. Kalaupun biaya obat dan rumah sakit sudah di-cover perusahaan... ku tak ingin mengganti nikmatnya sehat dengan merasakan kesakitan.

Hmmm... Jadi ingat lagu Raihan... Demi Masa...
Ingatlah 5 Perkara :
Sehat sebelum Sakit
Muda Sebelum Tua
Kaya sebelum Miskin
Lapang sebelum Sempit
Hidup sebelum Mati


Buat yang sedang sakit... Ini termasuk ujian keimanan...
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 35)
Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat ini: “Kami menguji kalian, terkadang dengan berbagai musibah dan terkadang dengan berbagai kenikmatan. Maka Kami akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur (terhadap nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala), siapa yang sabar dan siapa yang putus asa (dari rahmat-Nya). Sabar dan ikhlas adalah tanda keimanan, dan putus asa adalah tanda kekufuran.

Bagi yang sedang sakit dan mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah Muhammad Saw bersabda, "Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan." (HR.Muslim dari Aisyah ra).

Buat yang sedang sakit, apabila sabar dalam menghadapi sakit tersebut Insya Allah akan menggugurkan dosa-dosa kecil sebagaimana diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih). Bagi yang sabar menghadapi penyakitnya, Insya Allah akan selamat dari siksa neraka. "Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw bahwasannya sakit karena demam itu akan menghindarkan orang Mukmin dari siksa api neraka."

Sakit adalah dari Allah. Tidaklah Allah menciptakan sesuatu secara sia-sia. Pasti ada hikmah dari sakit dan cobaan yang diberikan Allah. Salah satu hikmahnya, disaat sakit kita menjadi dekat dengan Allah. Selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit akan membuat orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya, membuat kita hanya akhirnya pasrah, memohon perlindungan dan ampunan dan bertaubat kepada Allah Swt sepenuh hati dan jiwa, sampai-sampai meneteskan air mata di kla berdoa. Hal yang jarang dilakukan disaat senang dan sehat.

Hikmah sakit lainnya adalah pembersihan hati dari penyakit. MenurutIbnu Qayyim, "Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan. Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha."

(Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar: